BANDUNG, Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung secara formal menerima kunjungan pengenalan kampus gabungan dari SMA Plus Assa’adah dan MAS Assa’adah, Provinsi Banten. Agenda ini dilaksanakan dalam rangka pengenalan dini atmosfer akademik, sarana prasarana, serta jalur masuk perguruan tinggi kepada para peserta didik tingkat menengah tersebut.
Sesi pengenalan kampus diselenggarakan secara tatap muka di Aula LP2M, Kampus 1 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, pada hari Kamis, 07 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh total 102 peserta, yang terdiri atas siswa Kelas X dan guru pendamping dari kedua institusi pendidikan asal Banten tersebut. Acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB hingga selesai dengan suasana formal, inspiratif, dan interaktif.
Penyambutan Resmi dan Motivasi Akademik Sejak Dini
Hadir memberikan sambutan dan paparan utama dalam penyambutan resmi tersebut adalah Kepala Bagian Akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jajang Burhanudin, S.Ag, S.S, M.Hum. Dalam narasinya, beliau memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif sekolah untuk memperkenalkan dunia perkuliahan kepada siswa kelas X.
“Meskipun pendaftaran masih beberapa tahun lagi, pemahaman mengenai karakter universitas dan persyaratan jalur masuk harus dibangun sejak dini. Siswa kelas X memiliki waktu yang sangat luang untuk menabung prestasi, baik akademik maupun non-akademik, guna memperbesar peluang masuk ke program studi impian melalui jalur tanpa tes,” jelasnya.
Paparan ini sejalan dengan tema Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2026, yakni “Pendidikan Islam Ramah Difabel”, yang mencerminkan komitmen UIN Bandung sebagai institusi pendidikan yang inklusif dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sinergi dan Representasi Inspirasi Mahasiswa
Menambahkan perspektif berbeda dalam sosialisasi tersebut, pihak Pusat PMB juga menghadirkan salah satu mahasiswa magang yang memiliki peranan strategis sebagai reprezentasi inspirasi bagi para siswa, yaitu Siti Sopiah.
Siti Sopiah merupakan mahasiswi semester 4 Program Studi Sastra Inggris di Fakultas Adab dan Humaniora. Di samping menjalankan studi akademiknya, ia juga aktif menjabat sebagai salah satu Duta Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UIN Bandung. Kehadiran Siti Sopiah menjadi representasi nyata bagi siswa kelas X mengenai peluang pengembangan diri yang luas, kesempatan meraih prestasi non-akademik, serta dinamika aktivitas kemahasiswaan yang kondusif di lingkungan UIN Bandung.
Uraian Strategi Penjajakan Jalur Masuk Tahun 2026 sebagai Referensi Masa Depan
Mengingat peserta adalah siswa kelas X, tim PMB memberikan pemaparan mengenai linimasa dan mekanisme pendaftaran tahun 2026 sebagai baseline referensi strategis:
Strategi Menabung Prestasi (SPAN-PTKIN & SNBP)
Siswa diimbau untuk menjaga konsistensi nilai rapor dari Semester 1 hingga Semester 5 dan aktif mengumpulkan sertifikat prestasi minimal tingkat daerah untuk memaksimalkan peluang pada jalur undangan (tanpa tes).
Strategi Penjajakan Jalur Tes (UM-PTKIN & SNBT)
Tim PMB memaparkan linimasa rutin pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (SSE/UTBK) yang umumnya dilaksanakan antara bulan Mei hingga Juni sebagai gambaran kesiapan mental yang dibutuhkan di masa mendatang.
Optimalisasi Peluang Mandiri (Jalur Mandiri UIN Bandung)
Dipaparkan beragam peluang mandiri yang mencakup seleksi berbasis Mandiri CBT, Jalur Prestasi (Seni/Olahraga/Kepemimpinan OSIS), Tahfidz & Qiraatul Kutub, hingga Jalur Undangan Khusus bagi alumni MAN berprestasi.
Penutup dan Dokumentasi



Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di area eksterior Aula LP2M sebagai simbol kerja sama yang berkelanjutan antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan institusi pendidikan di wilayah Provinsi Banten. Rangkaian pengenalan kampus ini diharapkan dapat menjadi motivasi besar bagi siswa kelas X SMA Plus Assa’adah dan MAS Assa’adah untuk mulai membangun fondasi prestasi guna bergabung dengan keluarga besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung di masa mendatang.

