BANDUNG – Menghadapi dinamika pendidikan di era disrupsi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menggelar Webinar Nasional yang diikuti oleh lebih dari 200 Guru Bimbingan Konseling (BK) dari berbagai sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia pada Rabu (25/02/2026). Kegiatan virtual melalui platform Zoom ini menjadi ajang krusial untuk menyelaraskan persepsi antara kurikulum sekolah dengan standar kompetensi yang dibutuhkan di perguruan tinggi.
Transisi Narasumber dan Visi Akademik
Acara yang dipandu oleh MC Neneng Rohayati Ansori, S.Pd. ini sedianya menghadirkan Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag.. Namun, karena adanya agenda kedinasan yang mendesak, paparan utama disampaikan oleh Dr. Mohamad Erihadiana, M.Pd. selaku Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dalam sambutan pembukanya, Ketua MGBK MA Jawa Barat, Siti Kulsum, S.Psi, M.Pd., menekankan bahwa peran Guru BK sangat vital dalam membimbing siswa Gen-Z agar tidak salah langkah dalam memilih program studi.
Membangun Karakter di Tengah Perubahan Global
Dalam materi bertajuk “Penguatan Karakter Siswa untuk Menyiapkan Seleksi Masuk Perguruan Tinggi”, Dr. Mohamad Erihadiana, M.Pd. menjelaskan bahwa kita saat ini hidup di dunia yang berubah sangat cepat (disrupsi). Siswa Gen-Z sebagai digital native membutuhkan serangkaian tanggapan baru dalam kebijakan pendidikan agar menjadi manusia unggul dan produktif di abad ke-21.
Beberapa poin penguatan karakter yang menjadi sorotan utama antara lain:
-
Landasan Spiritual: Mengacu pada Al-Qur’an Surah Luqman ayat 17, pendidikan karakter harus menanamkan kedisiplinan beribadah (shalat), keberanian berbuat baik, dan kesabaran dalam menghadapi tantangan.
-
Keterampilan Abad 21: Siswa wajib memiliki kualitas karakter seperti religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas untuk beradaptasi di lingkungan yang dinamis.
-
Literasi dan Kompetensi: Selain karakter, penguatan literasi dasar (bahasa, numerasi, sains, digital) dan kompetensi berpikir kritis sangat menentukan keberhasilan siswa di jenjang kuliah.
Bedah Ketatnya Persaingan dan Jalur Masuk UIN Bandung
Sebagai informasi bagi para Guru BK, UIN Bandung saat ini merupakan Perguruan Tinggi No. 1 PTKIN versi Webometrics dan memiliki akreditasi Unggul/A pada 43 dari total 75 Program Studi. Reputasi ini tercermin dari tingginya minat pendaftar. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 110.134 peminat yang mendaftar melalui berbagai jalur, namun hanya 9.291 yang dinyatakan lulus verifikasi.
Dr. Erihadiana membedah lima jalur utama yang dapat ditempuh siswa untuk bergabung di UIN Bandung:
-
SPAN-PTKIN & SNBP: Jalur prestasi nasional tanpa ujian tulis.
-
UM-PTKIN & SNBT: Jalur ujian nasional berbasis komputer (SSE/UTBK).
-
Jalur Mandiri Terpadu: Meliputi jalur CBT (Reguler & Difabel), Tahfidz dan Qira’atul Kutub (minimal 10 Juz), Prestasi (Seni, Olahraga, Pramuka, PMR, Paskibra, Ketua OSIS), hingga jalur khusus Lulusan MAN Terbaik.
Top Program Studi: Peta Minat Siswa
Berdasarkan data sebaran tahun sebelumnya, para Guru BK diingatkan untuk memberikan strategi khusus bagi siswa yang mengincar prodi dengan tingkat keketatan tinggi seperti:
-
Jalur Keagamaan: Manajemen Keuangan Syariah, Ekonomi Syariah, dan Pendidikan Agama Islam menjadi prodi paling diminati.
-
Jalur Umum (SNBP/SNBT): Manajemen, Psikologi, Teknik Informatika, dan Administrasi Publik menduduki peringkat teratas pilihan siswa.
Webinar yang dimoderatori oleh Dr. Apip Pirmansyah, M.Pd. dan H. Aldy Rialdy Atmadja, S.T, M.T. ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mendampingi siswa dalam mengembangkan portofolio dan karakter, guna meraih tiket emas di perguruan tinggi impian.
Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh peserta yang hadir di ruang virtual dipersilakan menyalakan kamera untuk sesi foto bersama. Ratusan bingkai wajah para pejuang pendidikan dari Sabang sampai Merauke memenuhi layar Zoom, menjadi simbol sinergi dan optimisme dalam menyukseskan Penerimaan Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2026.




