BANDUNG – Sebagai langkah persiapan dini menyongsong seleksi masuk perguruan tinggi tahun 2026, jajaran guru Madrasah Aliyah Negeri MAN 2 Kota Sukabumi melakukan kunjungan kerja dan audiensi strategis ke Universitas Islam Negeri UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Kamis, 18 September 2025. Kunjungan ini bertujuan membekali para guru dengan pemahaman komprehensif mengenai jalur-jalur penerimaan mahasiswa baru (PMB) untuk angkatan 2026/2027.
Rombongan guru MAN 2 Kota Sukabumi diterima secara resmi di Lt 2 Aula Fisip. Acara penyambutan dipimpin langsung oleh Sekretaris Panitia PMB UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Aldy Rialdy Atmadja, S.T., M.T., yang didampingi oleh Bapak Dadang, S.Pd., dari Bagian Akademik universitas. Pertemuan ini dirancang untuk memberikan informasi akurat dan terkini agar para guru dapat menyusun program bimbingan yang efektif bagi siswa-siswinya.
Dalam pemaparannya, Aldy Rialdy Atmadja menekankan pentingnya persiapan sejak awal untuk menghadapi seluruh jalur seleksi di tahun 2026. Beliau memaparkan gambaran umum mengenai jalur nasional seperti SNBP dan SNBT (UTBK), serta berbagai jalur mandiri yang secara konsisten dibuka oleh UIN SGD Bandung.
“Kami menyambut baik inisiatif MAN 2 Kota Sukabumi yang mempersiapkan siswanya jauh-jauh hari. Memahami karakteristik setiap jalur penerimaan adalah kunci untuk menyusun strategi yang tepat bagi siswa,” ujar Bapak Aldy.
Beliau kemudian merinci beberapa jalur mandiri yang menjadi andalan UIN SGD Bandung, antara lain Jalur Mandiri CBT (Computer Based Test), Jalur Prestasi, Jalur Tahfidz dan Qiraatul Kutub, serta Jalur Portofolio. Terdapat pula Jalur Undangan khusus bagi lulusan terbaik dari MAN Insan Cendekia.
“Setiap jalur mandiri ini kami siapkan untuk menjaring calon mahasiswa dengan beragam potensi. Jalur Tahfidz untuk para penghafal Al-Qur’an, Jalur Prestasi untuk siswa dengan pencapaian istimewa, dan CBT untuk menguji kemampuan akademik secara umum,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aldy juga memberikan informasi mengenai berbagai program beasiswa yang dapat diakses mahasiswa. Menurutnya, dengan persiapan yang matang, siswa tidak hanya berpeluang lolos seleksi, tetapi juga dapat meraih dukungan finansial untuk pendidikannya.
Perwakilan dari MAN 2 Kota Sukabumi Guru-guru, menyampaikan bahwa informasi yang didapat sangat fundamental untuk perencanaan sekolah.
“Audiensi ini memberikan kami peta jalan yang jelas untuk PMB 2026. Dengan pemaparan dari Pak Aldy dan Pak Dadang, kami bisa mulai memetakan potensi siswa dari sekarang dan membimbing mereka memilih jalur yang paling sesuai. Ini adalah investasi informasi yang sangat berharga,” ungkapnya.
Diskusi interaktif antara para guru dan tim PMB UIN Bandung berjalan hangat, membahas tren seleksi dari tahun ke tahun dan strategi terbaik untuk meningkatkan peluang kelulusan siswa. Diharapkan, sinergi antara MAN 2 Kota Sukabumi dan UIN SGD Bandung ini akan membuahkan hasil optimal pada PMB 2026 mendatang.

